Minggu, 10 Juli 2011

Sihir Televisi & Lagu Dewasa Romansa Cinta

Keponakanku Namanya Lora

" Berikan cintamu, juga sayangmu, percaya padaku, kukan menjagamu hingga akhir waktu menjemputku "

" Bertahan satu ciiiiiiiinnnnta,,,,,, bertahan Satu C,,,,I,,,,N,,,,T,,,A"

Itulah sepenggal bait lagu cinta yang seharusnya diperuntukkan khusus remaja & usia dewasa namun ponakanku yang baru berumur lima tahun aja udah fasih menghafal lirik lagu tersebut & menyanyikannya. Aku & istriku sangat heran mengapa anak sekecil ini sudah bisa menghafal lirik lagu cinta yang sedemikian rupa, bukan menyalahkan lagu-lagu mereka namun sepertinya media informasi seharusnya memberikan peran penting dalam memberikan pendidikan yang baik terhadap tumbuh kembang anak & membentuk karakter anak.

Mengapa media informasi sekarang begitu gencar mengekspos sebuah lagu-lagu cinta & tontonan hiburan yang notabene disana tidak ada pendidikan yang baik untuk anak. Seingat ku waktu masih anak-anak lebih begitu banyak lagu anak-anak yang dapat dengan mudah kita dengar & tonton ditelevisi, contoh yang paling aku suka Si jago mogok, terus juga ada Tasya, chikita meidi, joshua & yang lainnya. Namun sekarang sepertinya media informasi ini berlomba dalam mengisi acara untuk orang-orang dewasa dengan tema cinta & tetek bengeknya hingga melupakan acara yang mendidik kreatifitas & imajinasi serta tumbuh kembang anak padahal itu adalah suatu yang penting untuk masa depan bangsa ini karena di tangan anak-anak inilah kelak kita bertumpu harapan menjadikan bangsa yang berkembang & mempunyai jiwa yang baik.

Zaman memang sudah berubah jauh, dari segi teknologi & informasi begitu mudah sekarang kita mendapatkannya namun kita juga harus jeli & memfilterisasi manakah yang layak untuk anak-anak dan manakah yang tidak. Sepertinya lagu-lagu cinta sekarang ini lebih banyak namun lagu anak-anak serta tayangan tentang anak dalam melakukan aktifitas yang menumbuhkan imajinasi,kreatifitas dalam membentuk karakter mereka sepertinya sudah jarang di temui kalaupun ada pastinya mereka sudah di jejali tontonan yang sifatnya menghibur semata nilai pendidikannya tidak ada.


Aku tidak menyalahkan Doraemon,Bernard Bear,Oscar oasis, dan juga Sponge Bob yang selama ini menghibur keponakanku. Dia bisa tertawa riang & berimajinasi namun sayang sekali seandainya saja tontonan itu di isi ataupun disisipkan pendidikan disana pastilah lebih sangat efektif untuk anak-anak. Lihat saja dalam Doraemon ada sosok Nobita yang malas sekali dalam belajar & lebih suka menggunakan kemudahan dengan meminjam alat doraemon, setidaknya itu bisa mempengaruhi karakter anak untuk bermalas-malasan & lebih memilih untuk memudahkan sesuatu dalam melakukan kegiatan.

Apa yang mereka lihat & mereka dengar begitu mudah anak-anak mercernanya & mengimajinasikannya serta mencoba mempraktekkan dikehidupan yang nyata, kalau selama ini hingga nanti mereka terus saja di jejali tontonan seperti ini selayaknya kita harus kembali belajar dari orang tua kita dulu. Dimana orang tua dulu selalu memberikan sesuatu yang baik untuk kita dengar,kita rasakan, & kita contoh serta kita terapkan dalam kehidupan kelak karena darisana orang tua menanamkan kebaikan & membentuk karakter yang baik untuk anak agar kelak menjadi anak yang membanggakan bagi dirinya,orang tua, agama serta bangsa & negara ini.

Orang tua ku dulu selalu bercerita & mendongeng sebuah kisah yang sangat indah & berhikmah. Bukan hanya waktu akan tidur saja mereka bercerita & mendongeng kepadaku mungkin memang begitu pentingnya dongeng & pesan yang ingin disampaikan orang tuaku kepadaku. Orang tua ku memberiku sebuah dongeng tentang Malin Kundang, dimana disana seorang ibu yang penuh kasih sayang mendidik seorang anaknya yang bernama Malin Kundang namun setelah beranjak dewasa dia berpura-pura lupa akan ibunya hanya demi menjaga harga dirinya hingga sang ibu pun dengan kuasa & izin Tuhan mengutuk Malin Kundang menjadi batu. Dari sana aku belajar untuk tidak menjadi sosok Malin Kundang yang durhaka kepada ibunya & belajar lebih jauh tentang kasih sayang & perjuangan seorang ibu dalam memberikan kasih sayang serta menjadi sosok yang baik seperti mereka inginkan. Tidak hanya itu dongeng yang orang tuaku berikan ada kisah bawang merah & bawang putih,kancil, dan masih banyak dongeng,fabel & juga legenda berhikmah yang lain, yang orang tuaku ceritakan padaku.

Melalui tulisan ini saya berharap setidaknya kita semua bisa menyikapi bagaimana seharusnya kita membantu tumbuh kembang anak & mendidik karakter yang baik untuk mereka. Kalaupun media informasi (televisi) telah menyihir mereka dengan tontonan yang seperti itu selayaknya kita berikan mereka sentuhan yang berbeda dari dongeng & cerita. Karena dari sanalah orang tua berharap & membisikkan kebaikan untuk anak agar kelak sang anak menjadi yang membanggakan bagi dirinya,orang tua,agamanya serta bangsa & negara.



Semoga dengan adanya buku dongeng Peri-Peri Bersayap Pelangi
akan merubah keadaan & fenomena serta dilema tentang tayangan & pendidikan anak yang dihadapi saat ini serta melepaskan sihir fatamorgana bagi mereka.

Artikel ini di ikutsertakan giveaway Peri-Peri Bersayap Pelangi yang di gelar Galaksi Pungky

36 komentar:

  1. ya.. ntahlah..itu kadang yg disebut perubahan zaman yah. jd bingung mo salahkan siapa. hehe

    BalasHapus
  2. salam sahabat
    che ilehhhh cinta tah dasarnya hehehe jadi melayang kema aja tuh,sesuaikan porsinya aja wes biar televsi tak berimbas buruk doank

    BalasHapus
  3. sayang sekali hampir tidak ada acara tv yang mendidik buat anak anak kita, demikian juga lagu-lagu anak sehingga mereka ikut mengkonsumsi lagu-lagu orang dewasa

    BalasHapus
  4. eit jangan salah... doraemon sebetulnya kalo mas ngikurin semua cerita2nya sebetulnya mendidik looh... doraemon ntu mengajarkan ke anak2 nilai2 persahabatan, kerja keras, dan pantang menyerah.

    saya pernah bikin postingan tentang itu --> http://emmanuelthespecialone.blogspot.com/2010/03/nobita.html

    BalasHapus
  5. anak kecil saja sudah fasih menyanyikan lagu dewasa ganb
    anyak perubahan dari tahun ke tahun

    BalasHapus
  6. tanggung jawab kita yang dewasa untuk mengarahkan ..

    BalasHapus
  7. kalau ingat masa kecil dahulu...kyknya bahagia sekali sewaktu menonton acara TV, krn acara2 masih polos2 banget..apalagi dg lagu2 yg di bawakan anak2 waktu itu..sungguh enak sekali utk didengar dan sampai sekarangpun sangat sulit utk melupakannya...dan juga dg flim drama siUnyil begitu bnyk ilmu yg bisa di petik disana...gak sprti skrng, aku suka kesel lihat anak2 tetangga begitu hafal apa isi cerita sinetron dan nyanyi orang dewasa...( untung anakku dari dulu sudah kubatasi apa saja acr TV yg bisa ia tonton, jd sampai skrng ia gak hobby nonton TV kecuali pengajian subuh,musik,berita dan kadang2 nonton doraemon/kartun...

    BalasHapus
  8. Maka dari itu Bimbingan Orangtua adalah wajib...kala anak mulai suka menonton tipi,main internet,dengerin lagu...pokoknya BO itu penting...

    BalasHapus
  9. Cita-cita saya adalah membuat buku dongeng anak, agar kelak anak saya bisa saya bacakan dongeng ini karena saya tahu apa yang seharusnya saya sampaikan pada mereka....

    Tapi, gimana pun juga kalau Doraemon, Spongebob saya masih suka karena di situ saya masih menangkap pesan morilnya....daripada sinetron yang ada sihir2nya...he he he

    BalasHapus
  10. ya,..semoga saja dunia pendidikan sedikit banyak berubah setelah hadirnya kumpulan cerpen PERI-PEri bersayap pelangi,...sukseskan mendongeng!

    BalasHapus
  11. Yuuk kita hidupkan lagi budaya mendongeng...

    Semoga sucses ya ;)

    BalasHapus
  12. Saya juga turut prihatin dengan semakin sedikitnya acara maupun lagu yang di khususkan buat anak-anak, memang secara komersial lagu maupun acara anak kurang menjual, tapi bukan berarti harus di tiadakan...

    BalasHapus
  13. ayo para pencipta lagu anak bangkit dong demi anak-anak juga

    BalasHapus
  14. Bertahan satu ciiiiiiinta.. hehehe...

    Semoga sukses ya Bay,,

    BalasHapus
  15. jadwal tonton anak-anak mesti di pilah pilih lagi nih... bahaya juga...
    salam kenal dan visit back ya mas..

    BalasHapus
  16. Bang, Linknya ganti ya? Pantes gak nemu2...

    Hmm..mudah2an acara anak kedepannya lebih baik,ambil contoh ipin dan upin...ione yakin apabila tontonan yang menyelipkan pesan moral dikemas dengan baik pasti menghasilkan karya yang disukai anak2..

    moga menang ya,bang...

    BalasHapus
  17. Dhe@ ya kewajiban kita semua mengarahkan anak.....:)

    Dhana@iya mbak, sesuain aja & terus bimbing anak dalam tumbuh kembangnya bagaimana pun semua berperan penting bagi mereka,,,,,:)

    Joe@ iya bang, coba aja kita lihat dulu masih begitu banyak lagu2 anak, dongeng,fabrl dll

    nuel lobis@ iya bang, berbeda pendapat sedikit gak papa kan,,,,hihihi

    Obat Sakit@ betul gan, selayaknya kita bijak menyikapi perubahan itu

    BalasHapus
  18. Dey@ betul mbak,,,,,:)

    Bunda Loving@betul sekali bunda dulu begitu banyak lagu anak2 yang sering kita dengar,wah saya juga suka bun si Unyil & pak raden itubun,,,,hehehe memang perna orang tua sangat lah penting mengarahkan anak, ...:)

    Riez@ betul sekali bang, orang tua sangat berperan penting membimbing anak.....:)

    PendarBintang@ wah cita2 yang mulia mbak, semoga segera trwujud,,,,, hhehehhe semoga aja mereka nggak tersihir dengan yang begituan.......:)

    Keny Huwada@ iya mbak semoga saja,,,,:)

    BalasHapus
  19. Yunda Hamasah@ iya bun semoga dongeng terus mewarnai dunia anak,,,,;)

    Sukadi@ benar sekali kang , tidak berarti harus di tiadakan, karena denganminimnya kang anak pelarian mereka ke lagu-lagu cinta unti,orang dewasa....:)

    Lidya@ iya mbak, kita doain & semangatin opara komposer & pencita lagu anak.....:)

    Masbro@hehehehehe amin terima kasih mas,,,,:)

    Ipay Mu@ iya mas, mesti bijak memilih tontonan & hiburan anak...;)

    I-One@ iya sob, aku ganti, betul seklai bang iwan,,,, amin terima kasih bang

    BalasHapus
  20. Doraemon,Bernard Bear,Oscar oasis, dan juga Sponge Bob persis sama dengan tontonan keponakan saya, bahkan ada tambahan.. itu sinetron gak guna indosiar yg manusia jadi burung2 dengan animasi aneh :( menyebalkan :(

    BalasHapus
  21. Iya Bay... ternyata tontonan anak2 kebanyakan yg gak guna ya... anehnya lagi, ada looh kerabatku yg anaknya hapal lagu cinta dan orangtuanya banggaaa banget... vania yg hafal lagu "desaku" yah dianggap biasa saja... hehe kok bisa siiiih yaaa? *curcol*

    BalasHapus
  22. Waaaah.. giveaway lagi. Hmm... coba ketekape dulu siapa tahu bisa ikut.

    Semoga sukses ya mas Bay.

    BalasHapus
  23. Alhamdulillah anak- anakku ga bisa nyanyi, nadanya yang sumbang , membuat mereka ga betah menyanyi..hehe

    BalasHapus
  24. sayang banget... sekarang acara2 TV racun buat anak kecil... sudah seharusnya para orang tua membatasi anak2nya menonton TV dan mengajarkan si anak untuk lebih giat membaca, karena membaca sangat bagus buat mengaktifkan sel2 otak pada anak2..

    BalasHapus
  25. Dan itulah kenyataan yg ada saat ini Mas Arief, terutama yg berhubungan sama program2 yg mendidik untuk anak2 termasuk lagu2 yg mas arief sebutin di atas.

    Sudah saatnya semua pihak memikirkan hal tersebut, saya melihat orang2 yg ad di belakang tv hanya mementingkan kepentingannya (baca:duit), sementara nilai serta efek samping dr setiap program2 yg mereka public seolah di abaiakan oleh mereka, Sing penting menghasilkan lebih...

    BalasHapus
  26. Waduh aku kalah sama anak kecil, lagu2 itu aku ga apal padahal aku dah dewasa hehehe

    memang sekarang lagu anak2 ga ada dan lagu dewasa yg slalu ada yg baru dan ngetop ...

    wah wah zaman sudah tua... :)

    BalasHapus
  27. Merliza@hehehehe iya mbak terlalu tinggi khayalannya,,,,,:)

    Lyliana@ iya fren serba dilema saat ini memang, yang penting kita punya prinsip aja biar nggak terbawa arus,,,,:)

    Susindra@ udah gameover mak giveawaynya,,,,hehehehe

    Sayyidah qurrani@hehehehe bisa aja samean mbak,,,,,:)

    Zan Insurgent@berul sekali mas, membaca membuka wawasan,,,,,:)

    BalasHapus
  28. Mr TM@ iya mas, mikirin kantongnya sendiri aja yang tebal.....ihihihihi

    Mas Kholiq@ salam kenal balik

    Anisayu@hehehehe bisa aja samean mbak

    BalasHapus
  29. Cerita-cerita yang sesuai dengan umurnya... sebagai guru PAUD aku setuju...

    BalasHapus
  30. terimakasih ya om udah ikutan giveaway aku. udah aku setor ke juri tulisannya. semoga menang :)
    salam cinta untuk anak2 indonesia :D

    BalasHapus
  31. saya tidak menyalahkan sepenuhnya pada anak2, tpi lebih pada diri saya sendiri, karna saya rasakan bagaimana mereka bisa tau akan lagu2 yg seumuran mereka kalau tidak pernah dikenalkan oleh kita.. kitanya aja ga mengenalkan pada mereka,
    Lagi-lagi kembali pada diri kita untuk bisa menciptakan sebuah karya yang cocok untuk dikonsumsi anak-anak..

    smoga sukses pak dalam kontes ini.. :)

    BalasHapus
  32. Ami@ teima kasih mbak........:)

    Pungky@ amin terima kasih mbak Pungky.....:)

    Mabruri@ iya mas betul, amin terima kasih mas,,,,

    BalasHapus
  33. wkwkwkwkw... sama, ponakanku juga hapal satu CD lagu2nya UNGU padahal masih kelas 3 SD gitu :D

    Keknya kita sebagai orang tua yg harus pinter2 mendampingi anak2 saat mereka nntn, even film kartun sekalipun kadang2 gak sesuai buat mereka, seperti kartun sinchan. Dan kita juga mesti ngeluangi wkt buat bacain mereka buku kisah para nabi dan sahabat.. itu jauh lebih bermanfaat buat mereka.

    BalasHapus
  34. Zasachi@betul mbak memang kudu di dampingi & dikasih sentuhan brbeda lewat cerita & kisah berhikmah, betul sekali kisah para nabi & sahabat sangat bermanfaat untuk agamanay kelak

    BalasHapus

Berkata jangan terbata-bata
Bertutur jangan ngelantur
Bicara nggak pake spam ya
Bukan mengatur, budayakan berbudi luhur