Jumat, 04 Maret 2011

Cinta Cenat-Cenut 2

Hari itu Niken pun berhasil melakukan perlawanan terhadap nafsu bejat Rafi. Niken pun berlari kencang menyusuri jalan untuk secepatnya pergi dari lelaki & tempat laknat itu. Semakin kencang dia berlari,air matanya pun jatuh bergelimangan membasahinya kedua pipinya. Sampai dipenghujung jalan akhirnya Niken menemukan jalan keluar, tepat sebuah taxi melintas didepannya.

"Bang taxi bang.....". Niken menghentikan taxi yang melintas didepannya.
"Mari neng silahkan masuk.....". Sang sopir menyuruh Niken masuk kedalam, Niken pun bergegas masuk.
"Eneng tujuannnya kemana neng...? kok eneng seperti habis nangis...? kenapa neng...?". Sopir taxi membuka pembiacaraannya di taxi.
"Lurus aja pak, nanti Niken kasih tanda kalau udah mau nyampek....., nggak papa kok pak.... cuma kena debu tadi pak".
"Baik neng.....".

Sesampainya dirumah.
"Assalamualaikum.....".
"Walaikum salam,sudah pulang kamu nak.....?". Ibu Dewi membukakan pintu,seraya Niken memberi salaman kepadanya.
"Kamu kenapa tho nduk.....? Kok kayaknya abis nangis...?. ibu Dewi bertanya kepada Niken namun Niken hanya diam & langsung berlari kekamarnya.
"Niken..... kamu kenapa nak...?. Ibu Dewi mengejar Niken karena ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi sama Niken. Ibu Dewi pun masuk kekamar Niken.

"Niken kamu kenapa nak....? Kok pulang-pulang mukanya kusut gitu.....? ceritain dong sama ummi.....".
"Rafi mi...... ternyata Niken salah menilai dia mi, ternyata dia jahat banget mi sama Niken". Sambil menangis tersedu-sedu.
"ummi kan sudah mewanti-wanti sama kamu nduk.... jangan terlalu percaya sama laki-laki, kamu juga kan belum ada ikatan nak jadi haram hukumnya, lagian cinta yang seperti itu hanya bisa bikin sakit hati & membuat hati kita cenat-cenut, cuma cinta kepada Allah & Rasul yang membuat hati kita tenang & damai nak..... Berharaplah keridhoan Allah maka kamu juga akan mendapatkan Ridho manusia".
"Iya mi.... maafkan Niken mi yang tidak mengindahkan nasehat abi & ummi, niken benar-benar menyesal mi sekarang.....".
"Sudahlah nduk.... ummi memaafkan kamu kok nduk.... ini bisa jadi pelajaran kamu untuk berhati-hati terhadap lelaki nduk..... kamu sudah makan belum..?".
"Belum mi.... tapi Niken sholat dulu ya mi....".
"Ya sudah, ummi sudah siapin masakan kesukaan kamu...".

Ibu Dewi beranjak dari kamar Niken.
"Kenapa lagi anakmu mi...?". Pak Sardath bertanya kepada istrinya.
"Nggak papa kok bi.... Niken minta maaf tuch ma Abi...."
"minta maaf buat apa mi...?"
"Niken sudah tidak berhubungan lagi sama rafi bi.... Dia sudah tahu seperti apa sebenarnya Rafi itu.."
"Ya syukur kalau gitu, daridulu udah sering abi ingetin kalau begundal Rafi itu bukan anak baik-baik.... Tingkahnya aja selengean seperti kambing yang bebas makan rerumputan dilapangan...." .
"Sudahlah bi, jangan permasalahkan lagi yang penting kan Niken kan sudah nggak ada hubungan lagi sama dia".

Keesokan Harinya

Sebelum berangkat sekolah Niken berpamitan kepada kedua orang tuanya.
"Abi maafin Niken ya.... Niken janji nggak akan pulang telat lagi..... maafkan semua kesalahan Niken bi,Niken tidak pernah menghiraukan nasehat abi...".
"Daridulu abi maafkan kamu nak..... Abi sayang banget sama kamu nak..... kamu anak abi satu-satunya,abi nggak mau kamu sampai terjerumus dalam pergaulan bebas & perilaku menyimpang anak-anak remaja zaman sekarang nduk....".
"Iya bi, Insyaallah Niken sekarang akan selalu mawas diri akan selalu selalu lebih memegang teguh nasehat abi.....".
"Ya sudah kamu buruan berangkat nduk.... nanti kamu telat lagi.... jangan lupa pamit sama ummi....".


Jam Istirahat Sekolah,terlihat Niken & Nina sedang berbincang-bincang didepan kelasnya.
"Oh ya Ken gimana ketemuan kamu sama Rafi kemarin...?. Nina bertanya pada Niken mengawali pembicaraannya dengan Niken.
"Sudahlah Nin nggak usah ngomongin Rafi lagi....".
"Kenapa emangnya Ken...? kamu Bertengakr sama Rafi....?".
"Ternyata apa yang dibilang abiku benar Nin, Rafi itu bukan anak baik-baik untung aja aku kemarin bisa lepas dari dia Nin......".
"Lho emangnya kemarin kamu mau diapain sama Rafi Nin...?".

Pembicaraan sejenak terhenti karena terlihat didepan mereka melintas Rafi bersama Silvi cewek yang paling narsis & sombong disekolah bergandengan tangan mesra didepan mereka.
"Sayang, kita lewat sini bukan karena kamu ingin menemui cewek kampungan itu kan sayang....?". Silvi sengaja mengejek Niken
"Ya enggak dong sayang dia itu bukan level aku, dihatiku cuma ada kamu sayang".
Nina yang tak terima atas perlakuan mereka langsung membalasnya.
"Kalian nggak pernah diajarin sopan santun ya..... kalau lewat sini cuma mau nyakitin temanku lebih baik kalian segera pergi darisini".
"Suka-suka gue dong.... kampungan banget sich lho jadi orang.....!!!!!.
"Mulut kamu emang nggak punya aturan ya.....!!!!". Nina yang mulai marah,mendorong tubuh silvi namun Niken melerai mereka.
"Sudahlah Nin kamu jangan ikut-ikutan seperti mereka aku nggak papa ko Nin.... Biarlah aku pasrahkan semua kepada Allah".

Pertengkaran itupun terhenti. Kini Niken semakin mengerti apa yang telah diwejangkan orang tuanya kemarin. Sejak saat itu Niken fokus Ujian Nasional Sekolah yang tinggal menghitung bulan saja.
"Niken kamu kapan Ujian sekolahnya nak....?". Ibu Dewi bertanya kepada Niken.
"Insyaallah tinggal beberapa bulan lagi mi.... doain Niken mi.... biar Niken bisa lulus....."
"Ummi akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu nduk.... kamu jangan lupa belajar & berdoa, karena Rasul sendiri menganjurkan kita semua disamping kita berusaha jangan lupa untuk berdoa & ikhtiar kepada Allah".
"Ya mi.... Niken insyaallah Niken akan rajin belajar & berdoa supaya Niken diberikan kemudahan dalam mengerjakan soal-sola ujian nanti".

3 Bulan Kemudian

 
Tak terasa waktu pengumuman Hasil Ujian Nasional pun tiba. Niken & Nina sudah tak sabar ingin segera tahu hasil pengumumannya.
"Ken semoga kita bisa lulus ya.... aku benar-benar deg-degan Ken.... Aku takut kalau aku nggak lulus Ken....".
"Sudahlah Nin..... kamu tenang saja ...semoga kita berdua lulus".
Terlihat seorang guru menempel pengumuman Hasil Ujian Nasional. Niken & Nina pun berhamburan berlari karena tak sabar ingin segera tahu hasilnya.

"Alhamdulillah aku lulus Nin...... Subhanallah nilai-nilaiku juga bagus Nin......". Niken terkejut melihat papan pengumuman yang ternyata dia lulus dengan nilai tertinggi disekolah.
"Wah selamat ya Ken..... Alhamdulillah aku juga lulus Ken....".
Ditengah kegembiraan mereka harus terhenti sejenak ketika kepala sekolah memberitahukan bahwa Rafi & Silvi tidak dapat mengikuti Ujian karena sekolah mengeluarkan mereka yang sudah mencemarkan nama baik sekolah. Mereka terlibat penggunaan obat-obatan terlarang & sex bebas. Bahkan sewaktu kepala sekolah mendatangi keduanya ternyata Rafi sudah ditangkap polisi dan silvi sudah dalam keadaaan hamil.


Sekian


Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf apabila ada kesamaan tokoh,nama,karakter. Karena tidak ada unsur kesengajaan
Semoga dapat mengambil hikmah & mampu memotivasi generasi muda penerus bangsa untuk tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang & kenakalan remaja saat ini.

Sumber Gambar: Google

13 komentar:

  1. Piye kalau tak hajar aja si rafi hahaha

    BalasHapus
  2. Oyi sam.... siraja sabet kan ahli ngantemi preman-preman semacam rafi

    BalasHapus
  3. Yah... Gimana ya. Manusia-manusia seperti ini emang ada sih... Kenyataannya. Dan mereka mencoba mencari pengikut dengan alasan ngilangin stres, gaul, macem-macemlah. Dan lagi, sebelum keliatan belangnya awalnya baik banget...

    BalasHapus
  4. hehehehe.... betul...betul...betul..... sewajarnya kita mawas diri mbak...

    BalasHapus
  5. iya mbak..... biar judul sama versi beda......hihihihi terima kasih mbak....

    BalasHapus
  6. hati-hatilah sama laki-laki... :) termasuk sama penulisnya ni ya ...

    heheh... (canda sob)

    BalasHapus
  7. yang namanya godaan ada di mana2, bahkan di sekolah ato kampus tempat orang terpelajar dan terdidik juga tak lepas dari sasarannya.

    Yang pasti harus bisa jaga diri, hati2 dan pilih sahabat yg baik. Karena kadang yg menjerumukan itu bukan orang jauh tapi kawan dekat.

    BalasHapus
  8. pri crimbun@ahahahahaha ooooo tidak bisa sule mode on......

    Iffa hoet@ betul sekali itu mbak tujuan cerbung ini sperti itu

    BalasHapus
  9. Bagus judulnya cinta cenat cenut, ceritanya juga menarik ....

    BalasHapus
  10. cenat-cenut..seperti acara di tv

    iya, masa remaja itu memang masa paling indah, tp harus pintar2 jg bergaul dg lingkungan, jangan sampai kebablasan. Kan sayang...

    BalasHapus
  11. beda versi tapi yang ini......hihihihihi
    Betul....betul.....betul....

    BalasHapus

Berkata jangan terbata-bata
Bertutur jangan ngelantur
Bicara nggak pake spam ya
Bukan mengatur, budayakan berbudi luhur