Kamis, 10 Maret 2011

Ibu-ibu Perkasa

Wah jadi inget waktu smp dulu baca artikel tentang perjuangan seorang ibu yang bekerja setiap harinya untuk menghidupi keluarganya, setiap pagi dia sudah bangun & memulai aktifitasnya, membawa sebuah keranjang besar yang berisikan sayur-sayuran tentunya sangat berat sekali, berjalan menyusuri jalan yang terjal berliku, jalanan yang naik turun tak menyurutkan semangatnya untuk terus berjuang melawan takdir kemiskinan.

Jadi terenyuh jika teringat perjuangan seorang ibu dalam cerita itu, padahal saya dulu sering membuat ibu marah,("alamak aku keceplosan"). Ternyata perjuangan seorang ibu itu sangatlah berat apalagi kalau dia sudah single fighter yang menjadi tulang punggung keluarga karena perceraian ataupun suaminya sudah meninggal. Kemarin saya mengantarkan istri saya ke bidan buat periksa kandungan, ternyata ditempat praktek bidan yang saya kunjungi ada seorang ibu yang akan melahirkan malam itu juga, desah suara kesakitan terasa terdengar dari luar ruangan(lebai.com), disertai sebuah tangisan bayi yang begitu sangat keras terdengar,tampak seorang nenek keluar dari ruang nifas mengucap syukur alhamdulillah karena anak putrinya telah melahirkan dengan selamat. Padahal ketika saya tanyai nenek tersebut, putrinya sewaktu mau melahirkan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan pasalnya kondisi bayinya terlilit usus ibunya didalam rahim (kok bisa ya,,,,?) dan sang bidan menyarankan untuk operasi, tapi apa daya keluarga mereka dari kalangan menengah kebawah("maaf ya nek, permisi bukan maksud hati...."),akhirnya keluarga nenek & yang bersangkutan pun pasrah kepada bidan bagaimana caranya anaknya melahirkan dengan selamat tanpa operasi. Alhamdulillah atas kuasa Allah Swt & usaha,doa,serta perjuangan keras sang bidan ternyata berbuah keberhasilan yang tak bisa dinalarkan oleh akal manusia. Benar-benar mukzizat & karunia Allah yang maha kuasa yang mampu menjadikan persalinan yang seharusnya dilakukan dengan operasi ternyata perkiraan itu bisa ditepis jauh-jauh, ibunya selamat bayinya pun juga selamat, Subhanallah.

Ternyata perjuangan ibu itu berat ya?("Baru tau,,,? apa baru nyadar sekarang...?"), jadi merinding saya melihat kejadian kemarin malam itu, semoga istri saya bisa melahirkan dengan gangsar. (amin......amin....amin.... Ya Allah......).Waktu saya masih kecil ibuku bercerita kepadaku,"Le, awakmu lek wes gede ojo nakal-nakal ibue iki susah & melas waktu ngelairno awakmu, koe iki laer gangsar,gak perlu nang bidan, soale bapakmu bengi iku turu, kabeh dulur-dulurmu turu ibue ngelarani dewe, alhamdulillah Gusti Allah maringi ibuk karo koe selamet..... ", waduh air mataku mau jatuh jika kuingat kata-kata ibuku itu, ibuku juga bilang kalau aku posisi sujud waktu pertama kali keluar dari rahim ibuku, dengan seperti itu ibuku selalu mengingatkanku untuk selalu ingat & bersujud kepada Allah. ("yach jatuh juga air mataku"),sayangnya dulu saya sering mengecewakan amanah & hati ibuku, namun perlahan-lahan hati ini diberikan petunjuk Allah Swt, dengan melihat perjuangan keras ibuku, setiap jam 4 pagi dia sudah bangun dari tidurnya sholat shubuh,langsung memasak & menyibukkan diri didapur, menyiapkan sarapan buat ayah & saudara-saudaraku, setelah itu harus bekerja menjual kayu bakar dirumah untuk membantu menambah penghasilan ayahku yang jadi abdi negara satu letting sama Oemar Bakrie("Bilang aja guru atau pns, susah amat sich,maaf sobat ini bukan riya tapi fakta") ,Ya Allah rasanya begitu sangat hina diriku dihadapan-MU telah banyak melukai hati seorang ibu yang dengan tulus memberikan pengorbanan & kasih sayang terbesar dalam hidupku.

Kini benar-benar teguh hati ini, semoga kita yang masih punya kesempatan untuk memberi balas budi kepada orang tua bisa memanfaatkannya sebaik mungkin walaupun itu takkan pernah bisa menandingi apa yang telah diberikannya kepada kita. Untuk ibuku & ibu-ibu sobat blogger semua aku doain semoga panjang umur, sehat & tak kurang satu apapun agar kita semua sanggup membalas & berbagi kasih kepada ibu-ibu perkasa yang telah melahirkan kita ,memberikan kita kasih sayang, mengajarkan & mendidik kita akan kebaikan walau takkan pernah itu sebanding.


Sumber Gambar: Mbah Gugel

Google Translate:"Le, awakmu lek wes gede ojo nakal-nakal ibue iki susah & melas waktu ngelairno awakmu, koe iki laer gangsar,gak perlu nang bidan, soale bapakmu bengi iku turu, kabeh dulur-dulurmu turu ibue ngelarani dewe, alhamdulillah Gusti Allah maringi ibuk karo koe selamet..... "= Nak, kamu kalau sudah besar jangan nakal-nakal,ibu waktu melahirkan kamu susah, kamu ini lahir dengan mudah tanpa perlu kebidan karena ayahmu tidur,saudara-saudaramu tidur,ibu sendiri yang merasakan sakit, Alhamdulillah Gusti Allah memberikan keselamatan sama ibu & kamu nak.

21 komentar:

  1. ojo nakal-nakal yo .. hehehee

    salam kenal n ketemu ..

    uni ani fitr4y .. :)

    BalasHapus
  2. hehehehe makasih uni sudah berkenan mengunjungi blog saya.....

    BalasHapus
  3. T___T, terharu...

    Untung ada translasinya, kalu ndak...bisa-bisa ra mudeng akune,heheheh

    BalasHapus
  4. hehehehe,,,,, terima kasih mbak putri..... maklum orang jawa satu letting sama mbak ajeng sari rahayu,,,,hihihihi

    BalasHapus
  5. surga ada di telapak kaki ibu memang bener, karena perjuangan ibu sangatlah tidak terbalaskan dengan apapun kecuali doa doa buat ibu...

    BalasHapus
  6. betul... betul,,,,betul.... terima kasih mas yayack kunjungannya..... salam sahabat...

    BalasHapus
  7. Salam sahabat
    Ibu perkasa menjadikan sebuah inspiirasi tentunya

    BalasHapus
  8. salam sahabat.... iya mbak..... hihihihihi

    BalasHapus
  9. hayoo looo... tanggung jawab, saya jadi kangen ibu too...

    huhuhu.. mana kemaren beliau ultah lagi, gak bisa kecup pipi langsung..cuman lewat telepon

    memang sih, yang namanya ibu selalu menjadi pahlawan yang perkasa buat kita yah!

    BalasHapus
  10. kalau ibu masih ada....jangan sia2kan waktu untuk berbakti kepadanya bro.....

    BalasHapus
  11. jadi keingat mama Q, dia jauh.. hiks...hiks.. :(
    tapi,walaupun jauh,orang tua adalah sumber inspirasiku.. :)

    BalasHapus
  12. Makane ojo tambeng-tambeng.. ingat kita dilahirkan dari rahim ibu bukan dari batu...

    BalasHapus
  13. Gaphe@ Haduuuuuhhh wah mas gaphe sich jalan2 kenegri jiran.......... tar langsung pulang sungkem+bawain ibu oleh2 mas,,,,,hihihihi

    Bang Necky@ Iya bang......

    Mbak Yhantee@ telpon aja obatin kangennnya mbak....hihihii

    Brade Lozz@ Oke brade.... saya kan bukan sun BO Kong....hihihihihi

    BalasHapus
  14. saya terharu membaca postingan ini, mas....
    dulu, saya sempat bersikap yang kurang mengenakkan hati pada ibu. itu terjadi ketika saya masih masih berumur belasan tahun...

    namun sekarang, saya selalu berusaha menyenangkan perasaan hati ibu.

    suatu waktu, kakak ipar saya (suami dari kakak perempuan saya) berkata begini "sekaya apapun kamu, seberapa banyak pun uang kamu, tapi kalau jauh dari ibu, jangan harap hidup kamu merasa tentram dan berkah. jadi, dekatlah dengan ibu, buatlah dia ridho terhadap segala aktivitas yang kamu lakukan. hingga akhirnya Allah pun ridho padamu. dan Allah pun menurunkan keberkahan-Nya dalam hidupmu"
    kata kata dari kakak ipar saya ini, sungguh memberikan pengaruh dan dorongan pada saya untuk dekat dan menyayangi ibu dengan tulus.

    salam semangat, selam persahablogan ......

    BalasHapus
  15. Subhanallah.... terima kasih mas..... benar sekali itu mas Zico ucapan kakak ipar anda semoga kita senantiasa selalu bisa berbakti kepada orang tua selagi mereka masih ada...... salam persahablogan kang Zico

    BalasHapus
  16. jadi keingat ibu ku..
    mataku berkaca-2 saaat ku baca tulisan sobat..
    kesedihan pun mengalir di wajah ku
    kunjungi jg bahan bacaan saya :
    jurnal
    ekonomi andalas

    BalasHapus
  17. Hendot@ waduh saya gak tanggung jawab mas....hehehehe iya insyaAllah saya bewe kesana

    BalasHapus
  18. Amin, aku menyaksikan sendiri saat mbakku hamil kemarin dan melahirkan...perjuangan antara hidup dan mati


    pokoknya jangan ampe kita2 ini menjadi anak yang durhaka, nggak da gunanya...

    BalasHapus
  19. bukan kelilit usus Om, tapi plasenta! karena usus ma rahim tuh beda tempat dan beda fungsi :oops:

    BalasHapus
  20. hehehehe iya mungkin bun soalnya saya bukan anak IPA jadi ya gak ngerti sewaktu saya nanya yang bersangkutan bilangnya begitu bun.....

    BalasHapus

Berkata jangan terbata-bata
Bertutur jangan ngelantur
Bicara nggak pake spam ya
Bukan mengatur, budayakan berbudi luhur